Just a humble attempt to write a malay poem...
The idea came, at wee hours of a sleepless night...
After (my usual) long conversation with dearest hubby.
I often find such conversations to be 'stress-relieving' as he's always a good listener, and a good adviser :)
This poem is about seeking forgiveness
from ALlah, from friends...from everyone.
Keampunan..Masihkah ada ruang?
barah air yang bertakung
keruh
berkeladak
menggigit besi - punah
menghakis hati - parah
mengunyah darah saudaranya
gelap
sakit
tenggelam mencari punca
lemas mencari kata
![]() |
| credit |
ku himpun untaian kemaafan
kepadamu wahai sahabat
nafsu, dunia dan prasangka
telah merobek ikatan kita
ya Allah
telah berdekad ku diberi waktu
mengutip kekuatan
memburu cahayaMu
memburu cahayaMu
menagih kasihMu berbekalkan secubit luka di jalan ini
selalu melanggar batasMu tanpa malu
ingin ku lempar jauh sesalan waktu
yang meragut kebebasan sisa umurku
ya Allah
mata ini enggan melabuhkan diri
menakuti mati
sementara syurga itu terasa jauh dari gapaian
tetapi azabMu..
takkan mampu ku tahan
walau sekejap
ya Allah
ampuni diri ini...
bagaimana nanti
andai mata ini tidak mampu terbuka lagi?
nur.h
adelaide


1 comment:
Beautiful! Ada bakat terpendam. Love you!
Post a Comment